Memahami manusia lewat cara mereka bermain, bukan cara mereka mengisi kuesioner.
GBLA adalah platform asesmen berbasis game yang mengukur perilaku, pola pikir, dan kecerdasan emosi peserta melalui simulasi cerita yang imersif — dirancang oleh asesor dan instructional designer berpengalaman untuk menjadi pondasi pengembangan individu, tim, dan kepemimpinan.
Mengukur lewat keputusan, bukan klaim diri.
Alih-alih meminta peserta menjawab pernyataan "saya adalah orang yang…" — yang mudah ditebak dan rentan dijawab "sesuai harapan" — GBLA menempatkan peserta dalam situasi hidup yang menuntut keputusan. Yang dibaca bukan klaim tentang diri, melainkan pilihan dan perilaku saat menghadapi dilema.
Sulit "diakali" karena yang dinilai perilaku dalam konteks, bukan jawaban normatif.
Pengalaman bercerita membuat peserta terlibat penuh dari awal hingga akhir.
Terasa seperti bermain, bukan diuji — peserta tampil lebih natural dan apa adanya.
Pengembangan SDM yang akurat dimulai dari data perilaku yang valid.
Asesmen tradisional dirancang untuk efisiensi pengisian, bukan keakuratan perilaku. Riset global menunjukkan biaya nyata ketika organisasi salah membaca talenta mereka.
Gallup menemukan 82% keputusan promosi manajerial gagal mengidentifikasi kandidat dengan talenta kepemimpinan tepat.
State of the Global Workplace 2024 (Gallup) — produktivitas hilang akibat karyawan yang tidak terhubung dengan perannya.
Future of Jobs Report 2023 (WEF) — hampir separuh keterampilan inti akan bergeser dalam 5 tahun; learning agility jadi krusial.
Riset SHRM & Aon menunjukkan asesmen berbasis game menurunkan drop-off hingga 5× dibanding tes psikometri konvensional.
Sepuluh game, lima tema pengembangan.
Setiap game berakar pada framework yang diakui luas — DISC, Goleman, Dweck, Heifetz, Edmondson, Lencioni, Hersey & Blanchard, Kahneman — bukan teori buatan sendiri.

Ekspedisi penemu yang mengukur 6 hambatan berpikir kreatif melalui telemetri perilaku, bukan kuesioner.

Simulasi malam di warung yang mengukur 5 dimensi kecerdasan emosional lewat paradigma tervalidasi berbeda.

Memimpin desa nelayan saat laut berubah. Mengukur 6 praktik adaptive leadership.

Biro analisa yang mengukur 6 parameter analytical thinking dengan paradigma berbeda dan tervalidasi.

Simulasi memimpin tim hidup yang mengukur 6 faktor psychological safety sebagai pemimpin.

Pohon cahaya yang tumbuh mengikuti perilaku peserta. Mengukur growth mindset lewat 6 metode berbeda.

Memimpin kapal melintasi samudra dengan menyesuaikan gaya kepemimpinan pada kesiapan tiap awak.

Penjelajah tanpa peta yang mengukur agility belajar di situasi baru dan ambigu.

Salesman keliling kota yang mengukur preferensi gaya perilaku DISC lewat keputusan situasional.

Pendakian tim ke puncak yang mengukur 5 lapisan piramida disfungsi tim Lencioni.
Disusun oleh asesor dan instructional designer berpengalaman.
Setiap alat uji di GBLA dikembangkan melalui kolaborasi antara asesor bersertifikasi, instructional designer, dan praktisi pengembangan organisasi. Setiap skenario diuji secara iteratif untuk memastikan validitas, reliabilitas, dan relevansinya bagi konteks profesional Indonesia — sehingga hasil asesmen dapat dipakai sebagai pondasi pengembangan individu yang akurat dan bermakna.
- Forced-choice ipsatif & Situational Judgment Test untuk meminimalkan bias social desirability.
- Evidence-Centered Design dengan telemetri perilaku — membaca proses, bukan sekadar benar/salah.
- Hasil berupa profil & pita disertai indikator kejelasan dan konsistensi jawaban.
- Alat refleksi & pengembangan, bukan vonis seleksi tunggal.
Dari undangan ke laporan AI dalam empat langkah.
Buat link unik untuk peserta dengan satu klik.
Berjalan di browser, ±10–15 menit, tanpa instalasi.
Telemetri dan skor dipetakan ke framework, AI menulis profil mendalam.
Laporan PDF siap dibahas sebagai bahan coaching atau refleksi.
